berbeda keinginan dari dua haluan
Yaitu keinginan orang tua yang sangat ambisius serta anak yang lebih2 jenius serta religus
Orang tua : Nak nanti , kami ingin kamu sukses akan dunia, tinggi tahta, serta mempunyai banyak gelar sarjana, barulah orang tua mu bahagiaAnak : Apakah mama dan ayah menginkan kebahagian yg bersifat sementara? apakah mama dan ayah tidak menginkan yang bersifat abadi selama nya?
Setiap orangtua sangat menginkan anak nya mempunyai banyak harta, tinggi nya tahta serta mempunyai gelar sarjana, barulah orang tua berkata "saya sukses, mendidik anak saya"
Tidalah salah orang tua berkata seperti itu, menginkan hal ini dan hal itu, tetapi saya berpendapat bahwa kebahagian itu bersfiat sementara, karna dia mendidik anak yang bersifat dunia saja
Bukan berarti dunia itu tidak penting, sama penting nya, mengejar karir pendidikan,serta cita2 seseorang, bukan kah Nabi Muhammad SAW sejak kecil selalu berdagang? selalu berusaha dan pantang menyerah
Tetapi Sadarkah orang tua bahwa tabungan di kehidupan yang abadi itu terdapat anak yang shaleh?
jika iya? mengapa masih orang tua mendidik anak nya dengan kehidupan yang sifat nya dunia tanpa menyelipkan pendidikan agama di dalam benak si anak?
Beruntulah bagi orang tua yang menanami norma2 agama bagi anak nya sejak kecil
Karna anak tersebut dapat membedakan mana yang hak dn mana yang batil
dan sebagai cahaya hidayah bagi keluarga nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar